Pagiku yang sibuk.
Terburu-buru kamiberboncengan mengejar waktu agar tidak terlambat masuk kerja.Humf..kuhempuskan nafas panjang.Dari jauh tampak kerumunan pengendara di perlintasan kereta..tanda kereta akan lewat.
Aku hawatir suamiku akan telat.Sungkan dengan bosnya.
Kami pandangi arah kereta akan lewat.Berharap tak lama lagi.Ku pegang pundak suamiku..mencoba menyabarkanya.Ia kurang suka kereta ada dipagi kami.
Kulihat samping kiri.Tampak seorang Ayah beserta anak laki- laki kecil berseragam..mungkin dalam perjalanan ke sekolah.pikirku.
Tak lama kereta datang.
Sang ayah tampak menunjuk - nunjuk kereta,berbicara entah apa..kita terlalu jauh.. Yang ku tahu sang ayah begitu bersemangat menerangkan pada sang anak.kuperhatikan anaknya.Aku tertohok.
Sang anak tak lain adalah penderita down syndrom.Ia tampak menggerak-gerakan kepalanya.Menggerak-gerakan matanya.Mencoba melihat kereta lebih jelas.Anak itu tersenyum lebar.Kurasa dia memahami ucapan ayahnya.๐
Kereta berlalu.palang kereta pun dibuka.Satu persatu kendaraan melintasinya
Tetap ku perhatikan mereka. Motor Mereka berjalan pelan.Bahkan tampak sebuah motor besar yang terlihat mahal menyalip motor sederhana sang anak yg sejak tadi kuperhatikan.Pengendara motor itu membonceng anak kecil yang berseragam sama dengan si anak pertama.
''De..itu temenmu..''Kudengar sang ayah bermotor sederhana berbicara kepada anaknya.
Sang anak melihat temanya.Dan tertawa sambil menyapa temannya. Tapi anak kedua menatap sinis ..tidak tersenyum,keningnya berkerut aneh lalu menjauh.
Mataku berkaca-kaca.Kulihat sang ayah tertegun.Kubayangkan anak itu mungkin saja dijauhi teman-temanya,diejek ,diganggu oleh anak yang lain disekolah.Aku khawatir ia akan menangis.Tanpa lindungan tangan ayahnya.
Kupikir pasti sang ayah telah sangat meneguhkan hatinya,menyayangi dan mengusahakan anaknya agar sama dengan teman sebanyanya.Sehingga ia menyekolahkanya di sekolah umum.
Kedua motor itu sudah berlalu bersama beberapa motor yang lain.Namun pikiranku masih
menggantung.Sebuah pelajaran baru bagi calon ibu sepertiku.Anak adalah titipan dan anugerah terindah.Apapun yang ada dalam diri anak adalah tanggung jawab kita.Kita boleh berharap yang baik-baik untuk anak kita.Tapi takdir tidak selamanya kita bisa menerima ,padahal takdir sebenarnya indah.
Kuteringat pada ibu dirumah.Sejak ayah tiada,Ia yang menggantikan sosok ayah.Bekerja untuk menghidupi dan menyekolahkan kami anak-anaknya.Memayungi kita saat hati sekolah diterpa hujan,naik keatas saat genting bocor,dan banyak hal lain ia lakukan dengan tangan kuatnya.
Walaupun aku sudah dalam tanggung jawab suamiku,Ia tetep sering mengunjungiku,memperhatikan kebutuhan bahkan perasaanku.Ibu paling tahu perasaanku yang sebenarnya dari dulu.Aku sangat menyayangi ibu.
Ya Allah ,lindungilah ibuku ,jangan berhenti menyayanginya ya Allah..Semoga aku bisa menjadi anak yang menolongnya di akherat kelak.Amin.
Motor kami berhenti.Aku turun karena sudah sampai.Suamiku memperhatikan wajahku.Ia heran karena mataku berair.Aku pamit masuk ke dalam.Tak ingin suami terlambat lagi.
I LOVE YOU IBU...๐ญ๐๐

Tidak ada komentar:
Posting Komentar